Pendidikan nasional sebagai wahana dan sarana pembangunan negara dan
bangsa dituntut mampu mengantisipasi proyeksi kebutuhan masa depan.
Tuntutan tersebut sangat bergayut dengan aspek-aspek penataan pendidikan
nasional yang bertumpu pada basis kehidupan masyarakat Indonesia
secara komprehensif. Untuk kepentingan penataan pendidikan nasional
yang benar-benar merefleksi kehidupan bangsa maka sangat penting dunia
pendidikan berlandaskan filosopis, sosilogis, yuridis dengan penajaman landasan tersebut secara kritis dan fungsional.
1. Landasan Filosopis
2.Landasan Sosiologis
Lembaga pendidikan harus
diberdayakan bersama dengan lembaga sosial lainnya. Dalam hal ini
pendidikan disejajarkan dengan lembaga ekonomi, politik sebagai pranata
kemasyarakatan, pembudayaan masyarakat belajar (society learning)
harus dijadikan sarana rekonstruksi sosial. Apabila perencanaan
pendidikan yang melibatkan masyarakat bisa tercapai maka patologi sosial
setidaknya terkurangi. Hasrat masyarakat belajar saat ini masih
rendah. Hal ini ditnandai rendahnya angka partisipasi masyarakat dalam
sekolah terutama dalam membangung masyarakat belajar.